Gugusan Bintang Dilangit


Berjalan di gurun pasir yang luas tanpa jalan setapak, mirip seperti berlayar di tengah samudera tanpa rute pelayaran yang jelas untuk diikuti. Tidak ada jejak arah yang pasti untuk mencapai tujuan. Apalagi tatkala malam telah tiba melengkapi keraguan dengan suasana kegelapannya. Begitulah perjalanan hidup ini, terkadang membawa kita pada sebuah waktu dimana semuanya terasa gelap dan tanpa jejak arah yang terang untuk ditelusuri.

Dalam kegelapan seperti itu, apakah yang mungkin bisa menjadi sebuah kompas penunjuk arah bagi langkah kita selanjutnya? Disini kita layak belajar pada para nelayan atau suku Bushman di gurun pasir Afrika. Mereka tidak gentar oleh kesunyian malam ataupun menyesali kegelapan langit. Mereka tekun mengamati titik-titik terang rasi bintang yang menghiasi kegelapan langit lalu menjadikan mereka sebagai bintang navigasi. Mereka berhasil kembali ke rumah yang hangat dan aman hanya dengan berfokus pada tuntunan titik-titik cahaya di langit yang gelap.

Dalam cerita kehidupan serupa, ternyata apa yang kerapkali kita lakukan saat menghadapi gelapnya kisah kehidupan adalah justru lebih banyak menyesali kegelapan yang terjadi. Kita fokus pada kemarahan, tenggelam dalam kesedihan, hanyut pada kekecewaan dan terkubur dalam keputusasaan. Hanya sebagian dari kita yang sudah belajar berjiwa ala nelayan, mudah beralih mencari titik terang di setiap kegelapan nasib dan takdir. Orang-orang seperti ini biasanya mudah keluar dari keterpurukan dan kembali berada dalam kehangatan dan terang kehidupannya.

Di lain waktu, seorang sahabat bertanya tentang teknik meditasi yang cukup baik untuk dipakai berlatih meningkatkan kesadaran diri. Sepengetahuannya, ada yang berlatih memandang titik putih di latar belakang berwarna hitam, atau berlatih fokus memandang cahaya lilin di ruang kamar yang gelap. Ada juga yang berlatih fokus pada napas yang keluar masuk melalui hidungnya.

Mungkin semua teknik tadi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun begitu, rupanya yang lebih penting untuk dipahami adalah manfaat apa yang dapat dipetik dari semua teknik tersebut saat diaplikasikan pada kehidupan yang kita jalani. Terutama sekali tatkala kita sedang mengalami kegelapan dalam kisah kehidupan ini.

Belajar dari nelayan dan suku Bushman di Afrika yang mengamati titik terang di langit yang gelap untuk menjadikannya navigasi, teknik meditasi tadi rupanya punya manfaat sama. Meditasi bisa juga mengajari kita melihat titik putih (manfaat positif) di tengah-tengah hal gelap (negatif) yang kita alami. Atau belajar untuk fokus pada secercah cahaya terang dalam kegelapan hidup seperti saat mengamati nyala lilin di ruang yang gelap. Bahkan saat kita belajar fokus pada aliran napas dalam dada, kita sedang belajar bersyukur bahwa alam masih memberi waktu untuk bernapas dan hidup, meski kegelapan hidup sedang hadir menerpa.

Dengan semua pemahaman ini, bahkan bila kita tidak mengenal satu pun teknik meditasi atau enggan untuk duduk berlama-lama demi melakukan suatu meditasi, kehidupan ini sendiri telah menyediakan banyak waktu bagi kita untuk berlatih meditasi secara nyata. Kehidupan adalah rangkaian meditasi hati dan pikiran bagi mereka yang memahaminya.

Tak bisa dihindari dan dipungkiri bahwa kehidupan sesekali atau bahkan seringkali memberi kita suasana yang kita sebut sebagai masa-masa kegelapan. Kegagalan datang menunda kesuksesan. Kekecewaan hadir untuk menghalangi kepuasan. Mendung kesedihan terhembus menutupi cahaya kegembiraan. Dan seperti malam yang mendahului siang, kematian menyembunyikan kehidupan yang sesungguhnya.

Bagi kebanyakan kita, kegelapan hidup semacam ini terlihat seperti kegelapan pekat tanpa cahaya. Namun bagi pelajar kehidupan yang meniru nelayan atau suku Bushman, mereka akan tekun mencari setitik cahaya untuk memastikan bahwa selalu ada terang di balik kegelapan. Mereka fokus membaca secelah cahaya makna di balik setiap gelapnya peristiwa kehidupan. Dan inilah cara yang mengantarkan mereka pada rasa syukur, penerimaan yang ikhlas serta keyakinan yang penuh bahwa dalam setiap kegelapan selalu ada terang yang menunggu gilirannya untuk hadir.

Nelayan dan Bushmanmenyadarkan kita untuk tidak gentar pada kegelapan nasib dan takdir, serta selalu memfokuskan perhatian pada makna dibalik setiap peristiwa gelap kehidupan. Langit pemahaman menantang kita untuk membaca kilasan titik-titik terang cahaya kesadaran yang muncul dalam pikiran yang hening. Untuk kemudian kita jadikan navigasi yang menuntun langkah kehidupan kita menuju daratan terang yang kita harapkan.

Alam bertutur bahwa selalu ada terang di kegelapan langit yang dapat menenangkan kita menjalani hari-hari kehidupan. Kita hanya perlu menjaganya menjadi rasa syukur dan pengharapan positif, karena kita adalah penguasa atas nasib dan takdir masa depan kita.

Sumber Penulis : W. Mustika
Saat Semesta Berbicara 
Previous
Next Post »