Bahasa Alam Semesta

Ada kalimat yang tersisa usai Ayah-Ibu Semesta bertutur panjang bagi kita, anak-anakNya. “Aku telah menyediakan kata-kataKu yang lain untuk kau baca pada langit, pada danau, pada gunung, pada awan, dan seluruh isi alam semesta. Belajarlah agar bisa membaca dan memahaminya, karena untuk itulah kelahiranmu di dunia ini, memahami semesta sebagai bagian dari diri sejatimu.”



“Andai sebagian terlewatkan olehmu selama ini, maka disini akan Kubuka hatimu dari dalam agar kau bisa membacanya lagi. Simpanlah olehmu semua makna kehidupan itu sebagai bekal bagi lanjutan perjalananmu di kemudian hari. Manakala kesadaranmu telah terbuka oleh kisahKu ini, resapkanlah itu menjadi bagian dari pemahamanmu akan kesemestaan dirimu yang sejati. Sebab hanya dengan itu kau akan lebih mudah menjumpaiKu dalam dirimu AnakKu.” *

“Aku tidak menciptakan kebetulan bagimu sepanjang hidup yang pernah kau lalui. Sungguhlah semua itu sudah diatur sedemikian rupa demi kebutuhanmu untuk mencapai kesadaran. Untuk setiap pelajaran kehidupan yang belum kau pahami, alam semesta akan terus memberikannya hingga kau mengerti sendiri maknanya bagi dirimu. Segala hal itu tak lain adalah hal-hal yang ingin kau ingat kembali saat berada dalam kehidupan ini. Maka tekunlah kau belajar memahaminya dalam kehidupanmu kali ini. Kini akan Aku bantu membuka sebagian maknanya bagimu. Bacalah Nak.”

Begitulah pesan tersisa dari kemurnian bahasa langit yang disampaikan Ayah Ibu Semesta bagi kita. Bila sebelum ini kita hanya bisa pasrah mengalir bersama pemahaman semesta lewat bahasanya, inilah saatnya kita mencoba membaca sendiri pesan-pesan semesta saat ia bicara dalam diam dengan bahasa-bahasa bumi dan penghuni langit.

Bahasa bumi tentu saja bahasa kehidupan yang akrab dalam keseharian kita meski maknanya terkadang masih asing dalam pemahaman. Bahasanya dipenuhi warna-warni yang boleh kita pilih sesuai pemahaman hati yang disukai. Bagi yang ikhlas mengenal dirinya, begitulah ternyata di dalam diri kita dipenuhi warna-warni yang ketika menyatu akan menjadi warna putih tanpa noda. Tak lagi ternoda karena tak ada satu pun warna yang masih terlihat salah. Semua sudah demikian adanya sebagai bagian dari warna alam semesta. Kita hanya perlu rasa memiliki yang ikhlas agar dapat menikmatinya, seperti halnya menikmati warna-warni pelangi dalam kehidupan ini.

Dan lewat serangkaian makna yang terbaca dalam kumpulan bahasa bumi setelah ini, semoga ada satu-dua diantaranya yang bisa bermanfaat bagi kita masing-masing. Kunci pemahaman yang semoga dapat membukakan pintu kesadaran hati hingga kita semua bisa menemukan jalan pencerahan bagi Jiwa sendiri. Jika ternyata Anda telah memiliki pemahaman makna yang lain, semoga makna yang tertuang disini ikut memperkaya pemahaman yang sudah Anda miliki selama ini. Sesudahnya, berbagi pemahaman akan menjadi kunci mencapai kekayaan spiritualitas dalam kehidupan kita kali ini. Untuk kita semua, untuk generasi manusia di masa mendatang.

Sumber Penulis : W. Mustika
Saat Semesta Berbicara
Previous
Next Post »