Surga Dan Neraka

Aku terlampau sering mendengar doamu tentang keinginan mencapai sorga setelah kematian. Namun begitu, Aku justru terlampau sering menyaksikan kalian mengumpulkan bahan-bahan neraka untuk sorga yang kalian idamkan itu. Dalam kebingungan kalian itu anakKu, akan Kuingatkan kalian lebih terang tentang sorga dan neraka.



Sesungguhnya Aku tidak menciptakan sorga dan neraka bagi kalian. Namun sebagai Jiwa, bagian dari diriKu, kalian sendirilah yang menciptakan sorga dan neraka itu dengan kesadaran yang kalian miliki. Kebahagiaan kalian setelah kematian akan menciptakan sorga dan penderitaan Jiwa akan membangun suasana neraka bagi diri kalian.

Ingatlah Nak, kalian menciptakan sorga itu di alam kematian sebagai hadiah atas keselarasan dan keharmonisan Jiwa yang telah kalian raih saat menjalani tugas cinta kasih serta pembelajaran selama kehidupan duniawi. Dan kalian menciptakan sendiri neraka sebagai bentuk penyesalan atas kegagalan kalian menjalani tugas kehidupan dengan baik. Aku tidak menciptakan sorga dan neraka itu. Aku hanya memberi kesempatan dan kebebasan bagi kalian untuk mengalami apa yang ingin kalian rasakan di alam kematian.

Bahwa kemudian kalian tidak dengan mudah dan bebas mengalami suasana sorga saat begitu banyak hal buruk pernah kalian lakukan di dunia, itu lebih karena di alam kematian, sebagai Jiwa, kalian adalah kejujuran tanpa batas. Di kehidupan setelah kematian kalian kembali menjadi Jiwa yang dipenuhi cinta kasih. Inilah kesejatian kalian.

Maka di alam sana AnakKu, kalian tidak akan mudah menghindari rasa penyesalan atas pikiran, kata-kata dan tindakan di dunia yang tidak kalian landasi dengan cinta kasih kalian. Kalian menyesalinya karena tujuan awal kalian lahir kembali sesungguhnya untuk membagi cinta kasih itu kepada dunia. Kesejatian kalian adalah sumber cinta kasih sorgawi. Ketika kalian, sang pemilik cinta kasih yang hadir kembali di dunia untuk memberikan hal itu pada bumi ternyata mengabaikan tujuan kelahiran, maka alam kematian akan menyisakan penyesalan bagi Jiwa murni kalian.

Kalian adalah benih cinta kasihKu. Sejak awal alam semesta ini tercipta, kalian memilih hadir di bumi untuk menyemaikan benih-benih cinta kasihKu pada dunia. Namun lingkungan duniawi telah membuat kebanyakan kalian kemudian melupakan tujuan itu. Kalian menyimpang dari kemurnian Jiwa saat kesempatan hidup di dunia telah kalian miliki. Kalian telah mengabaikan keberadaan benih cinta kasih dalam diri. Inilah menjadi sumber kegelapan pikiran yang menciptakan neraka bagi diri kalian sendiri.

Untuk itu Nak, Aku ingatkan padamu sekali lagi. Ketika kau ingin mengalami sorga di alam kematian, ciptakanlah terlebih dahulu sorga itu dalam kehidupan duniawimu. Dengan begitu, setelah kematian nanti kau akan terbebas dari rasa penyesalan atas apa yang telah kau lakukan pada kehidupan kali ini. Kau akan pulang dengan bahagia dan membawa serta kebahagiaan sorga duniamu dalam kehidupanmu nanti di alamKu. Hukum keteraturan kerja dan hasil ini kau kenal sebagai hukum karma. Jadi, bangunlah sorga dunia untuk mendapatkan sorga akhirat, atau bangun neraka dunia sebagai neraka akhirat bagimu.

Jika bagimu kau adalah Jiwa dari sorga yang lahir ke dunia untuk berbagi kebahagiaan, maka pastilah kau akan membangun sorgamu di dunia. Jika bagimu kau adalah Jiwa yang pernah menderita di alam neraka penyesalan, maka kelahiranmu kali ini pastilah bukan untuk membawa neraka akhirat itu ke dalam kehidupan duniawimu. Bahkan jika bagimu kau adalah bagian dari diriKu, Aku tidak dapat menemukan alasan bagimu untuk tidak menjadi mahluk duniawi yang penuh cinta kasih. Karena itulah diri sejatimu Nak, mahluk cinta kasih dalam tubuh manusia.

Tetapi harus Kuingatkan lagi padamu Nak, manakala kau gunakan pikiran untuk menciptakan sorga dunia hanya bagi dirimu sendiri, tanpa kau sadari kau dapat saja sedang menciptakan neraka di sisi yang lain bagi duniamu. Aku telah melihat begitu banyak hal seperti ini di kehidupanmu. Sekelompok orang menciptakan sorga bagi dirinya namun menyisakan neraka bagi orang lainnya. Itu bukan sifat sejatimu Nak, itu bukan dirimu.

Maka sebagai benih cinta kasih semesta anakKu, ciptakanlah sorga itu bagi seluruh penghuni duniamu. Karena untuk itulah sesungguhnya tujuan kehadiran kalian di dunia ini, menghadirkan sorga akhirat di dunia. Kalian menciptakannya disini untuk membuat kalian selalu merasa sedang berada di rumah kesejatian kalian, di rumahKu.

Jika dengan apa pun yang kalian lakukan di dunia telah menciptakan neraka bagi mahluk, maka neraka yang sama akan menyertai kalian di alam kematian. Neraka yang tercipta sebagai bentuk penyesalan kalian terhadap diri sendiri sebagai Jiwa yang penuh cinta kasih. Kalianlah yang menghukum diri sendiri atas kekeliruan duniawi itu.

Pahamilah bahwa kesadaran kalian sebagai Jiwa adalah tak terbatas, namun kesadaran pikiran kalian sangat terbatas. Keterbatasan pikiran inilah yang membuat kalian sering menyimpang dari tujuan kelahiran kalian di dunia. Maka sekali lagi Aku harus mengingatkanmu Nak, hati-hatilah menggunakan pikiranmu tanpa diterangi kesadaran Jiwa. Kau akan lebih mudah terjerumus untuk menjadikan dunia ini neraka meskipun bukan seperti itu sesungguhnya yang kau inginkan. Inilah kegelapan pikiran duniawi yang tidak diterangi cahaya Jiwa, cahaya nurani.

Akhirnya untuk kesempurnaan pengetahuanmu, akan Kuajarkan padamu bahwa sorga dan neraka akhirat bukanlah tempat abadi. Keduanya hanyalah ruang dan waktu yang kau ciptakan dari suasana hati yang kau rasakan saat Jiwamu berada di kehidupan setelah kematian. Satu-satunya yang abadi di alam kematian hanyalah kebahagiaan bersama cinta kasihKu. Kebahagiaan itu ada dalam dimensi kesadaran semestaKu. Kau akan memahaminya saat kau menjalaninya.

Maka ciptakan sorga duniamu dengan mengasihi dan menyayangi segala kehidupan yang nyata ataupun tak nyata. Bahkan berupayalah membenahi neraka dunia ini menjadi sorga sebagaimana tugas dari kelahiran setiap Jiwa di sini. Setelah semua tugas itu kau lalui dengan selaras, tinggalkan penderitaan neraka atau pun kebahagiaan sorga yang tak kekal itu untuk menyatu dalam kebahagiaan abadiKu. Itulah nirvana anakKu, tempat darimana kau berasal dan akan kembali kelak saat kau mencapai kesadaran semestamu. Aku, Ayah-Ibu menantimu di sana dalam kerinduan.

Sumber Penulis : W. Mustika
Saat Semesta Berbicara 
Previous
Next Post »