Penyatuan Jiwa

Di ujung semua kelahiran, kehidupan dan kematian yang pernah kamu jalani dan lewati AnakKu, Aku menanti penyatuanmu kembali ke dalam diriKu. Jika bagimu Aku berwujud, maka dalam penyatuan itu kau boleh menyebut dirimu berada disisiKu. Jika bagimu Aku tak berwujud, maka penyatuan itu adalah terserap ke dalam diri semestaKu yang tak berwujud.



Apakah kau sungguh-sungguh ingin berada disisiKu Nak? Karena dari tempatKu itu kamu harus bisa melihat semua hal adalah baik dan sudah sempurna apa adanya. Dari sudut pandangKu kalian semua adalah anak-anak yang Kuciptakan dengan cinta yang sama. Apakah kamu juga sudah siap untuk tidak membedakan segala dualitas semesta?

Aku adalah kebijaksanaan tertinggi yang memahami sesuatu dari segala sisi. Aku memahami kebaikan dari keburukan dan keburukan dari kebaikan. Aku melihat yang tampak dari yang tersembunyi dan melihat yang tersembunyi pada apa yang tampak. KebijaksanaanKu melihat segala sesuatu sedang berjalan ke arah kebaikan. Aku terbebas dari penilaian baik dan buruk, karena Aku adalah kesempurnaan dalam kebaikan dan keburukan. Apakah kamu memahami diriKu agar kelak bisa menyatu denganKu?

Aku menyinari kegelapan, membasahi yang kering, mengeringkan yang basah. Aku mengisi yang kosong, memberi yang meminta, melepaskan yang terikat. Apakah kamu sungguh telah mengerti bagaimana menyayangi apa yang dibenci, melepaskan apa yang dimiliki, meninggalkan apa yang ditempati, melupakan apa yang tak terlupakan?

Dalam penyatuan bukanlah tubuhmu yang menyatu denganKu karena tubuhmu sudah sejak awal ada dalam diri semestaKu. Bukan pula pikiranmu menyatu denganKu karena sejak semula pikiranmu adalah pikiran semestaKu. Bukan juga Jiwamu yang menyatu denganKu karena sejak awal Jiwamu adalah bagian dari diriKu. Dalam penyatuan itu yang menyatu adalah kesadaranmu yang terbatas menjadi kesadaranKu yang tak terbatas. Apakah kamu telah belajar untuk mencapai kesadaran semestaKu?

Nak, rasakanlah semesta ini sebagaimana ia adalah milikmu. Rasakanlah posisimu sebagaimana posisiKu di semesta ini. Rasakan dirimu adalah Ayah-Ibu semesta yang mencipta, menjaga dan memulangkan anak-anak semesta ke dalam diriNya. Rasakan dirimu adalah Ayah-Ibu yang lebur menjadi satu tubuh, satu pikiran, satu kesadaran, satu Jiwa Semesta. Rasakan dirimu adalah sesuatu yang mengisi sekaligus yang meliputi alam semesta ini, berada di dalam sekaligus di luar alam semesta. Apakah kamu memahami dan menyadari apa yang Aku rasakan?

Aku mendengar doa dari anak-anakKu yang saling mencintai dan juga dari mereka yang saling membenci satu sama lainnya. Aku mendengar pujian dari anak-anakKu yang mengenal dan meyakiniKu. Di saat yang sama Aku juga mendengar caci maki anak-anakKu yang tidak meyakini keberadaanKu. Dan untuk kedua hal berbeda itu Aku memiliki kebenaranKu sendiri untuk menentukan keadilan dan kebijaksanaan semesta bagi mereka semua. Apakah kamu sungguh telah mengerti keadilan semestaKu?

Aku adalah kesadaran yang tak berwujud. Tapi jika Aku berwujud, maka wujudKu tak lain adalah kesadaran itu sendiri. Apakah kamu mengerti bagaimana bersatu dengan wujud kesadaranKu yang tak berwujud? Dalam wujud kesadaranKu penderitaan adalah kebahagiaan, kesedihan adalah suka cita. Segala sesuatu membahagiakan bagiKu karena dalam kesadaranKu semesta ini adalah kebahagiaan abadi. Apakah kamu telah melihat kebahagiaan semesta ini dari sudut kesadaranKu?

Apakah kamu melihat dirimu pada semua mahluk sebagaimana Aku melihat diriKu pada mereka? Seperti itulah semua hal yang akan terjadi saat engkau sungguh-sungguh mengalami penyatuan dengan kesadaranKu. Saat kau benar-benar berada di sisiKu, menjadi bagian dari diriKu sepenuhnya. Memiliki semesta ini sebagai ciptaanmu yang harus kamu jaga dan kembalikan ke dalam dirimu pada saat yang telah ditentukan oleh dirimu sendiri.

Nak, jika kamu sungguh-sungguh ingin menyatu denganKu kelak setelah kematian nanti, rasakanlah dirimu saat ini dalam semesta kecil sebagaimana diriKu dalam semesta raya ini. Jadilah seperti Aku dalam kehidupanmu kini sebagaimana Aku dalam kehidupan semestaKu kini. Miliki cara berpikirKu, kesadaranKu, posisiKu, serta cinta kasihKu yang sama pada semesta dan segala isinya.

Hanya dengan menyadari sepenuhnya diri sejatimu sebagai diriKu yang kecil, memahami dan merasakan diriKu yang besar memenuhi alam semesta, di saat itulah Kau telah menyatu denganKu dalam kesadaran semesta. Aku menanti penyatuan Kita Nak, sejak lama, sejak semesta ini ada dan mulai bergulir dalam perjalanan panjangnya. Pulanglah.

Sumber Penulis : W. Mustika
Saat Semesta Berbicara
Previous
Next Post »