Kesadaran Semesta

Nah, setelah kau memahami tujuan kelahiranmu untuk mencapai kesadaran semestamu, kini akan Aku terangkan sedikit bagimu tentang kesadaran semestaKu. Aku hanya akan memercikkan bagimu setitik nyala kesadaranKu, selebihnya silahkan kau bertumbuh matang.


Dalam kesadaran semestaKu Nak, alam semesta beserta segala isinya ini menjadi bagian dariKu yang tak terpisahkan dan selalu Kuterima dengan rasa yang sama. Rasa kepemilikanKu atas semesta ini persis seperti rasa kepemilikanmu pada tubuhmu ketika kau masih bayi. Rasa kepemilikan tanpa dinodai keterikatan.

Dalam rasa yang sama seperti dirimu saat bayi itu, Aku tidak memiliki kebencian ataupun kecintaan selain penerimaan ikhlas atas segala hal. Aku memiliki kebutuhan namun bukan keinginan. Aku memiliki tangis yang bukan kesedihan serta tawa yang bukan kebahagiaan. Aku memiliki hidup yang tidak ditakutkan oleh kematian. Aku memiliki rasa yang bukan sebuah perasaan. Seperti itulah rasa murni yang Kumiliki dalam kesadaran semestaKu.

Aku tidak memberi penilaian positif atau negatif terhadap siapa pun yang sedang merangkul atau yang tidak merangkulKu. Aku tidak membenci mereka yang membenci kehadiranKu, tidak pula mencintai siapa yang mencintaiKu. Aku hanya menerima mereka dalam rasa yang sama; ketulusan. Semua itu bukan karena Aku seperti bayi yang tidak mengetahui risiko apa pun, melainkan karena Aku adalah kemurnian Jiwa yang mahatahu segala rahasia.

Seperti engkau memahami setiap sel dalam tubuhmu, begitulah Aku memahami setiap hal yang mengisi kehidupan di alam semestaKu. Seperti kau memahami proses kelahiran, kehidupan, kematian dan kelahiranmu kembali dari waktu ke waktu, begitulah dalam kesadaran Aku memahami siklus kesemestaanKu. Dan seperti engkau berdiam dalam kesadaran Jiwa saat tubuh dan pikiranmu bekerja menjalani peran duniawinya, begitu pula Aku diam dalam kesadaranKu sebagai Jiwa Semesta ketika tubuh dan pikiran semestaKu sedang bekerja dalam ruang kesemestaannya.

Aku adalah kesadaran yang selalu terjaga meski tubuh dan pikiran semestaKu sedang sibuk bekerja. Maka tetaplah kau terjaga dalam kesadaranmu saat tubuh dan pikiranmu bekerja. Hanya dengan begitu kau akan mengerti seperti apa Aku menggunakan kesadaranKu di alam semesta. Lapangkan kesadaranmu tidak hanya terbatas pada tubuh dan pikiran namun melampaui keduanya, maka kau akan mengerti seperti apa kesadaranKu yang tak terbatas.

Inilah sedikit tentang kesadaran semestaKu. Ketika tiba saatnya kau mencapai kesadaran sejatimu, kau akan mengerti tanpa perlu penjelasan apa-apa lagi dan akan menjadi kesadaran semesta itu sendiri. Bertumbuhlah mulai sekarang juga, hanya itu cara termudah bagimu. Bila sampai, Aku menjanjikan kesemestaanKu menjadi milikmu.

Sumber Penulis : W. Mustika
Saat Semesta Berbicara 
Previous
Next Post »