Home » » Tuhan Selalu Memberikan Peringatan

Tuhan Selalu Memberikan Peringatan

Saya teringat bahwa Tuhan Selalu Memberikan Peringatan-peringatan terlebih dahulu sebelum menurunkan bencana.

Pada zaman Nuh, saat Nuh diperintahkan untuk membuat bahtera besar, tentu Tuhan sudah memperingatkan akan adanya air bah yang bakal datang karena bahtera dipakai untuk berlayar mengarungi samudera. Kalau saja orang-orang mempercayai Nuh tentu mereka akan selamat, namun hanya keluarga Nuh – terdiri dari 8 orang termasuk 3 menantunya – yang memercayainya di antara ribuan penduduk di sana. Mereka tidak percaya bahkan menertawakan dan mengolok Nuh telah melakukan hal-hal bodoh dan tidak masuk akal. Akhirnya mayoritas yang tidak percaya akan peringatan tersebut tenggelam dalam banjir bandang yang dahsyat di zaman itu.

Pada zaman Sodom dan Gomora, Allah telah lebih dahulu memberitahukan kepada Abraham tentang kehancuran yang akan terjadi di sana. Kita tahu bagaimana Abraham tawar menawar untuk mempertahankan kota tersebut dari bencana yang akan menimpanya; apalagi Lut, kemenakannya, tinggal di sana bersama keluarganya. Abraham pasti tidak berdiam diri tetapi memberitahukan Lut dan keluarganya tentang hal ini dan memperingatkan mereka agar bersiaga. Namun sayang peringatan ini pun tidak begitu ditanggapi dengan serius. Walaupun malaikat sudah berusaha menyelamatkan keluarga Lut, istri Lut yang kurang memercayai dan tidak mengindahkan peringatan Tuhan telah melanggar peringatan tersebut karena hatinya masih terikat pada harta yang tertinggal. Akibatnya, ia tewas walaupun sudah dalam perjalanan menuju keselamatan.

Mengingat kisah terkenal Tentang tembok Yerikho yang roboh, tentu seluruh kota Yerikho telah mendengar tentang akan datangnya Israel ke kota mereka untuk menghancurkannya, terbukti seorang WTS seperti Rahab telah mengetahuinya; bukan hanya itu, dia juga mengatakan bahwa bangsanya pun merasa gentar karena berita tersebut. Sikap dan tindakan yang dilakukan Rahab sangat bijaksana. Ia mengakui kedahsyatan Allah dan memutuskan untuk masuk ke dalam perlindungan-Nya; sedangkan yang lain, walaupun tahu kedahsyatan Allah namun “menutup diri” di belakang tembok tebal Yerikho. Rahab tentu berusaha mengajak banyak orang yang dekat dengan dia – keluarga dan sahabat-sahabatnya untuk berkumpul di rumahnya agar selamat tetapi tidak semua orang memercayai kata-katanya. Sebagian besar tewas namun Rahab bersama seisi rumah selamat.

Berkali-kali Musa memberikan Firaun peringatan untuk melepaskan Israel tetapi Firaun tetap mengeraskan hati. Perhatikan, setiap kali ia mengeraskan hati, bencana dan malapetaka terjadi. Selama dalam perjalanan pun, Musa mengingatkan Israel untuk benar-benar beribadah kepada Allah namun mereka tetap saja menggerutu, memberontak, tidak memercayai Allah walaupun mereka telah melihat betapa dahsyatnya Dia. Mereka semua akhirnya tewas di padang gurun tanpa sempat menyaksikan Tanah Perjanjian, kecuali Yusak dan Kaleb yang masuk ke Kanaan.

Yunus, seorang rohaniawan, terbukti dipercaya memberitakan pesan Tuhan kepada sebuah bangsa berdosa, yang mana oleh karena dosa mereka kotanya akan dihancurkan. Ketika peringatan itu tidak disampaikan pada awalnya, Yunus hampir tewas. Kapalnya nyaris tenggelam tertimpa badai dahsyat, ia dilemparkan ke laut dengan risiko tenggelam dan mati; bahkan akhirnya ia “dimakan seekor ikan besar”. Yunus seakan diancam maut di mana pun ia berada – di kapal maupun di laut karena ia tidak menanggapi peringatan Tuhan yang harus disampaikan. Ternyata menjadi seorang rohaniawan belum menjamin keselamatan. Sebaliknya, penduduk Niniwe yang berdosa memercayai pesan Tuhan dan menanggapi peringatan-peringatan-Nya dengan berkabung, berpuasa dan bertobat... akhirnya mendapatkan keselamatan. Niniwe luput dari kehancuran.


Sering kali kita ragu-ragu apakah Tuhan itu ada, benarkah Ia akan menggoncangkan langit dan bumi seperti yang disebutkan dalam fiman-firman-Nya? Orang menunggu “bencana” bagi dunia yang mereka sebut kiamat, bahkan sebelumnya. Banyak orang memprediksi kejadian tersebut namun ternyata tidak terjadi lalu mereka mengatakan kedatangan Tuhan masih lama dan mereka menunda-nunda pertaubatan dengan melakukan apa saja yang disukai walaupun mereka tahu hal itu tidak diperkenan Tuhan. Peringatan-peringatan telah dikumandangkan agar kita setia, hidup lebih dekat kepada-Nya dan menjauhi kejahatan, namun tidak semua menanggapinya.

Bencana-bencana yang terjadi akhir-akhir ini pun merupakan peringatan betapa telah dekatnya kedatangan Tuhan. Apakah kita mau menanggapinya atau mengabaikannya? Sebenarnya bagi orang yang peka akan suara Tuhan, peringatan itu telah berkali-kali diberitakan, namun bagi mereka yang mengacuhkannya, kedatangan-Nya bagaikan pencuri yang mengejutkan dan saat menyadarinya, mereka telah terlambat.

  • Tuhan Memberikan tanda-tanda...
  • Tuhan selalu memberikan peringatan sebelum datangnya suatu bencana...
  • Itu memberi kesempatan untuk kita agar memohon ampun dan berlindung kepada-Nya...
  • Dan itu menjadi bukti bahwa Tuhanmu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...
  • Apakah yang demikian, kamu masih meragukan Tuhanmu...

“Ya Tuhan, jadikan kami peka untuk selalu mengerti dan menanggapi setiap peringatan-Mu,  Serta lindungilah Lahir dan Batin kami...  Aamiin…”

Monday, August 08, 2016

0 komentar:

Post a Comment