Home » » Kisah Nyata, Wanita Durhaka

Kisah Nyata, Wanita Durhaka

Beberapa hari lalu saya iseng buka" blog sebelah dan kemudian menemukan sebuah tulisan yang menarik, akhirnya saya sempatkan untuk membacanya, setelah habis membaca kemudian menjadi timbul banyak pertanyaan dalam benak saya ???Hemmm. Bagi yang penasaran berikut kisah yang saya baca.

Wahyudi dan Ningsih adalah sepasang suamu istri yang hidup di sebuah desa yang damai. Mereka dalam menjalin ikatan keluarga sudah dikaruniai seorang anak laki laki yang ganteng dan imut. Kesederhanaan hidup mampu membuat mereka bahagia walau hannya mampu hidup pas pasan. Suatu hari mereka sepakat untuk berusaha merubah kehidupannya seperti teman dan tetangganya.

Dengan ijin suaminya, Ningsih mendaftarkan dirinya menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk menjadi pengurus rumah tangga di luar negri. Dengan gaji yang cukup besar diharapkan bisa merubah kehidupan keluarganya lebih baik lagi. Seekor sapi miliknya terpaksa dijual untuk memenuhi kebutuhan selama menunggu keberangkatan Ningsih ke luar negri. mBeberapa bulan di pemampungan, akhirnya Ningsih pun bisa berangkat ke luar negri dan bekerja di sebuah keluarga.

Pada awalnya Ningsih tetap berhubungan baik dengan keluarganya dan sebagian penghasilannya dikirim kepada Wahyudi untuk keperluan keluarga. Bulan berganti bulan, si Nigsih yang dulu seorang wanita desa yang lugu telah berubah menjadi wanita metropilis yang luar biasa. Dia sudah mengenal berbagai tehnologi yang sebelumnya tidak pernah ditemuinya di kampung. Ningsih sudah punya handphone yang besar dan layarnya lebar. Ningsih sudah tidak asing lagi dengan namanya internet dan segala kemudahannya seperti pesbuk, YM dan sebagainya. Temannyapun tidak cuma sebatas teman sesama TKI tetapi banyak orang dari berbagai profesi dan karakter.

Glamornya metropolitan dan kecanggihan tehnologi sudah menjadi teman keseharian Ningsih di luar negri. Tetapi kebodohan dan tidak siapnya mental menghadapi perubahan gaya hidup yang drastis seperti berputar 180 derajat, membuat Ningsih menjadi lupa diri, lupa bahwa dia adalah seorang istri dari Wahyudi dan seorang ibu dari anaknya yang di kampung. Nyanyian merdu para arjuna pesbuk membuat Ningsih menjadi mabuk dan buta hati. Uang buat anaknya tidak lagi di kirim ke kampung. Bicara di telfon dengan suaminya tidak lagi mesra. Pada dasarnya Ningsih sudah merasa malu punya suami orang kampung yang tidak gaul dan kuper. Dia lebih memilih bergaul dengan para arjuna pesbuk yang tanpa sepengetahuannya selalu
menyembunyikan dua taring di balik senyum manisnya.

Setelah kontrak kerjanya habis, Ningsih pun pulang ke kampung halamannya. Parasnya yang berubah cantik dan sexy bagai bintang film Asia, membuat banyak orang mengaguni dan memuji dia. Ningsih pun semakin terlena. Tanpa ragu lagi Ningsih bercerai dengan suaminya. Anak semata wayangnya ikut Wahyudi, karena Ningsih terbang lagi ke luar negri. Kebebasan yang telah dimiliki membuat Ningsih semakin lupa daratan. Foto foto cantiknya banyak terpampang di pesbuknya. Lewat pesbuk juga Ningsih berkenalan dengan perjaka ting ting yang ganteng yang tergiur oleh gaji besar Ningsih. Merekapun sepakat untuk menikah setelah Ningsih pulang nanti.

Setelah di tinggal dan bercerai dengan istrinya, Wahyudi mendapatkan seorang istri yang masih gadis dan baik hati. Mereka hidup bahagia dan mapan di kampung sebelah. Setelah merasa sudah punya banyak uang, Ningsih pun memutuskan untuk pulang kampung dan menikah dengan arjuna pujaannya. Gaya hidup yang glamor di Hongkong terbawa juga di kehidupan kampungnya. Rumah bagus, motor bagus, mobil dianggapnya bisa
membuat hidup mereka bahagia. Tetapi kenyataannya tidak seperti yang diharapkan. Kebodohan managemen keuangan membuat hartanya tidak bertahan lama. Satu persatu barang miliknya terjual untuk menutupi
kebutuhan hidupnya. Kecantikan yang dulu dibanggakan kini mulai pudar.

Tubuhnya yang dulu sexy kini mulai sakit sakitan. Arjuna kesayangannya kini tak lagi betah di rumah. Kebahagiaan Ningsih seakan hilang menguap begitu saja. Ningsih sekarang miskin dan sakit sakitan. Mungkin si Ningsih kualat dengan mantan suami dan anaknya.

Cerita ini aku tuliskan berdasarkan kisah nyata dari seseorang. Untuk menjaga privasi seseorang, waktu nama dan tempat harus disamarkan. Semoga cerita ini bisa jadi pengalaman dan pelajaran bagi kita semua. Salam...


Wednesday, July 20, 2016

0 komentar:

Post a Comment