Home » » 11 Pendekar Jagoan Dari Jawa

11 Pendekar Jagoan Dari Jawa

Sunan Kudus
Nama : Sunan Kudus
Asal : Jipang Panolan
Kesaktian : Menyembuhkan Penyakit


Nama aslinya adalah Raden Ja'far dikenal dengan nama Sunan Kudus. Dan ayahnya bernama Raden Usma Haji yang dikenal dengan nama Sunan Ngundung berasa dari Jipang Panolan di kota Blora.
Saat Sunan Kudus sedeng menunaikan ibadah haji, di Mekkah sedang mewabah penyakit yang sulit disembuhkan dan rada Arab sampai mengumumkan sayembaya barang siapa yang bisa menyembuhkan warga Mekkah akan diberi hadiah. Sudah banyak sekali yang mencoba tapi gagal.
Lalu Sunan Kudus yang waktu itu berada di Mekkah mencobanya dan berhasil memerangi wabah penyakit. Didepan Ka'bah yang disebut Multazam dipanjatkannya do'at yang khuyuk kepada Tuhan, ia memohon kekuatan untuk menyembuhkan rakyat Mekkah. Allah mendengar do'a tersebut dan mengabulkannya. Mekkah dan keluarha Raja Saudi Arabia akhirnya sembuh dari penyakit.
Ketika Raja hendak memberi hadian berupa emas dan uang, Sunan Kudus menolaknya dengan halus dengan berdalih bahwa kesembuhan rakyat Mekkah karena kemauan dari Allah. Namun Raja bersikeras karena do'a Sunan Kudus lah penduduk Mekkah terbebas dari wabah penyakit.

Karena dipaksanya oleh Raja Arab untuk menerima hadiah, Sunan Kudus berkali-kali meolak denga halus, dan tiba-tiba Sunan Kudus teringat pada masjid yang dibangunnya di Jawa. Baiklah Yang Mulia, ucap Sunan Kudus, saya hanya memohon sebuah batu yang berasal dari Baitul Maqdis di Palestina. Batu itu akan saya pasang di pengimaman masjid saya di jawa, ucap Sunan Kudus. Dengan senang hari Raja menuruti permintaannya itu dan Batu mulia pemberian Raja Arab dibawah pulang.

Sunan Maulana
Nama : Sunan Maulana
Asal : Pengembara
Kesaktian : Mendatangkan Hujan


Syekh Maulana Malik Ibrahim yang disebut juga Sunan Maulana Malik Ibrahim adalah seorang ulama yang mengembara.
Pada saat mengembara disuatu tempat yang sangat amat panas dari kejauhan ia melihat kerumunan banyak orang. Orang-orang disitu mengelilingi panggung batu-batuan. Diatas batu-batuan itu terdapat seorang gadis berpakaian putih yang di apit oleh dua orang lelaki berbadan besar dan bengis memegangkan tangan sang gadis yang sembari meronta-ronta. Disitu juga ada seorang pendeta yang sedang membacakan matranya. Si pendeta akan memulai upacaranya dengan memegang pisau.
Ditengah-tengah upacara itu, Sultan Maulana Malik Ibrahim datang mengampirinya. Ada tontonan apa ini Tuan ?, lalu si pendeta menjawab "Upacara persembahan Tuan. Dan kenapa gadis itu menjerit dan meronta-ronta ?, "Dialah gadis yang sebentar lagi akan dibunuh untuk dipersembahkan kepada dewa hujan". Untuk apa ?, agar mendatangkan hujan karena daerah kami sudah mengalami kemarau yang berkepanjangan, sehingga ladang kami tidak bisa menghasilkan panen.
Sesaat lagi si pendeta akan menikamkan pisaunya ke tubuh sang gadis. Hei Kalian ! TUNGGU ! Jangan dibunuh gadis itu ! ucap Sunan Maulana Malik Ibrahim. Lalu Sunan memohon agar upacara ini diberhentikan akan tetapi kedua orang laki-laki berbadan besar langsung menyergap Sunan Maulana Malik Ibrahim untuk ditangkapnya. Namun baru beberapa langkah saja kaki mereka berdua lumpuh tidak bisa bergerak.
Maaf Tuan Tuan semuanya ! kami ingin membatu kalian, ucap Sunan Maulana Malik Ibrahim. Lalu dibantah oleh si pendetanya "Ah Omong Kosong ! kalian tidak mungkin dapat membantu kami. Kami memerlukan air hujan!". Lalu Sunan berkata kepada orang-orang disekitarnya, "Sudah berapa korban yang dibunuh ?", "Ini korban yang ketiga Tuan" ucap orang-orang disitu. "Apakah hujan sudah turun ?", "Belum Tuan !" ucap orang-orang disitu. "Apakah kalian ingin tetap hujan turun ?", "Betul Tuan, kami sangat membutuhkan air hujan" ucap orang-orang secara serempak."Baik Insya Allah Tuhan akan menolong kalian" ucap Sunan Maulana Malik Ibrahim.
Sunan Maulana Malik Ibrahim bersama kelima muridnya menghadap ke kiblat, melakukan shalat sunah Istiqah (memohon hujan) dua rakaat. Beberapa saat kemudian langit terlihat mendung lalu hujan turun dengan lebatnya.
Orang-orang bersorak gembira. sudah lama sekali mereka menantikan kehadiran hujan deras seperti ini. Bapak-bapak Ibu-ibu sekalian berhentilah bersorak-sorak dan menari. Tenanglah !. Mari kita bersama-sama mengucap syukur Alhamudlilah ucap Sunan Maulana Malik Ibrahim.
Lalu Sunan berkata jangan berterima kasih dan menyembah-nyembah kepadaku, karena hujan yang turun ini adalah kehendak Allah, lalu orang-orang tersebut diajarkannya mengucap dua kalimat sahadat dan masuk agama Islam.

Sunan Gunung Jati
Nama : Sunan Gunung Jati
Asal : Jawa Cirebon
Kesaktian : Menyembuhkan Penyakit


Pada tahun 1511, Malaka dikuasai Portugis. Beberapa waktu kemudian Portugis berusaha menguasai Jawa melalui pelabuhan Sunda Kelapa. Untuk menahan serangan itu Sunan Gunung Jati dibantu oleh Senopati Demak Bintoro yang bernama Fatahillah, dan Portugis dapat mereka halau. Fatahillah diangkat menjadi adipati dan Sunda Kelapa berganti nama menjadi Jayakarta.
Suatu malam Sunan Gunung Jati sehabis shalat di perhau ditepi pantai, seusai berzikir dan membaca wirid ia tertidur nyenyak. Dan perahu itu terbawa arus ke Cina, setibanya disana Sunan Gunung Jati membuka praktik pengobatan secara Islam. Orang-orang diajak berwudhu dan shalat bersama. Banyak yang sembuh dari penyakitnya.
Sejak itu banyak warga Cina memeluk agama Islam. Bahkan seorang menteri bernama Pai Lian Bang menjadi pengikut setia Sunan Gunungjati. Melihat kejadian ini Kaisar Cina menjadi marah. Dan dipanggilnya Sunan Gunungjati ke istana untuk dijadikan umpan tipu muslihat dengan cara putri yang masih gadis bernama Ong Tien didandani terlihat seperti sedang hamil seperti saudaranya Ong Hien. Sulit membedakan siapa diantara kedua-duanya yang benar-benar hamil.
Setelah bertemu Kaisar berkata "Bila Tuan memang betul memiliki ilmu yang sakti, tebaklah siapa diantara mereka yang sedang hamil". Setelah bedo'a sejenak Sunan Gunungjati menjawab bahwa "Ong Tien lah yang sedang hamil".
Medengar jawaban itu Kaisar tertawa, ia mengira Sunan Gunungjati telah diperdayainya. Lalu dengan tegas Sunan Gunungjati tetap dengan pendirian. Setelah dilakukan pengecekan ternyata benar ! Ong Tien sedang mengandung.
Kaisar kebingungan kenapa bisa begitu, dan Kaisar menjadi malu atas perbuatannya. Ia lalu berjanji akan memeluk agama Islam, serta memohon agar Sunan Gunungjati bersedia menikahi Ong Tien. Lalu Sunan Gunungjati menerima dan kembali ke Jawa.

Sunan Giri
Nama : Sunan Giri
Asal : Kerajaan Blambangan
Kesaktian : Sewaktu Bayi Terhanyut Dilautan didalam peti.


Bermula pada kerajaan Blambangan dengan sang raja bernama Prabu Minak Sembuyu. Pada saat itu kerajaan Blambangan sedang dilanda wabah penyakit dan putri sang raja Dewi Sekar Dadu turut menderita penyakit.
Raja Blambangan mengadakan sayembara, "Barang siapa yang bisa menyembuhkan penyakit Dewi Sekar Dadu, ia akan dikawinkan dengan sang putrinya". Maka diundanglah Syekh Maulana Ishaq oleh raja Blambangan untuk menyembuhkan penyakit putrinya.
Syekh Maulana Ishaq berhasil menyembuhkan penyakit sang putri dengan syarat, kalau sang putri sembuh maka keluarga raja harus memeluk agama Islam. Raja setuju.
Usaha Syekh Maulana Ishaq dengan do'a nya berhasil menyembuhkan tuan putri sang raja, sesuai perjanjian maka dikawinkannya. Tetapi raja Blambangan ingkar janji ia tidak mau memeluk agama Islam. Lalu Syekh Maulana pulang ke negeri asalnya yaitu Samudera Pasai di Aceh bagian Utara. Saat itu purti sedang hamil tujuh bulan. Suaminya berpesan bila anaknya laki-laki kelak diberi nama Raden Paku. Lalu Dewi Sekar Dadu melahirkan bayi laki-laki lalu diberi nama Raden Paku yang lebih dikenal sebagai Sunan Giri.
Akan tetapi bayi tersebut singkirkan oleh raja Blambangan dimasukan ke peti dan di buang ke selat Bali. Didalam hanyutan lautan yang begitu luas peti tersebut terombang ambing terbawa arus dan ombak.
Ditengah lautan peti yang berisi bayi tersebut diangkut oleh Kapan yang melintas dan melihatnya, nahkoda kapal terheran bahwa peti yang diambilnya dari lautan didalamnya ada sosok bayi yang mungil.
Kapan tersebut batal berlayar dan kembali ke Gresik, disinilah bayi tersebut diberi nama Joko Samudera dan tumbuh menjadi dewasa.
Joko Samudera alias Sunan Giri ini dididik keagamaan oleh Sunan Ampel dan beberapa waktu berjalan Sunan Ampel mengetahui bahwa Joko Samudera adalah putera pamannya yang bernama Syekh Maulana Ishaq. Joko Samudera menyempatkan diri bertemu dengan ayahnya.
Dengan berkelana menimba ilmu keagamaan sampai ke Mekah, Sunan Giri kembali ke kerajaan Blambangan dan bertemu dengan raja Prabu Minak Sembuyu, raja terlihat senang bisa kembali betemu dengan cucunya, akhirnya agama Islam berkembang di kerajaan Blambangan.

Sunan Kalijaga
Nama : Sunan Kalijaga
Asal : Zaman Kerajaan Majapahit
Kesaktian : Paling sakti dari pada Sunan-sunan lainnya


Nama aslinya adalah Raden Said, mempunyai ayah bernama Tumeggung Wilantika. Pada saat itu adalah zaman kekuasaan kerajaan Majapahit. Banyak rakyat yang menderita dan sengsara, perampokan, rakya kecil harus membayar pajak dan hasil pungutan pajaknya selalu diambil oleh para pejabat.
Raden Said atau disebut juga Sunan Kalijaga sangat prihatin kondisi daerahnya seperti itu yang sangat memprihatinkan. Lalu ia mempunyai cara agar orang-orang miskin tidak kelaparan dengan cara membongkar gudang-gudang para penguasa dan pejabat di malam hari, lalu hasilnya diletakan didepan pintu rumah orang-orang miskin.
Namun ulah Sunan Kalijaga akhirnya ketahuan dengan seringnya tiap malam membongkar gudang-gudang. Dan tertangkapnya Sunan Kalijaga lalu dibawanya ke ayahnya Tumenggung Wilantika yang menjadi penguasa saat itu. Kemudian Sunan Kalijaga mendapat hukuman dari ayahnya.
Pada masa mudanya ia bertemu dengan Pak Tua (seorang wali) di suatu hutan dan ia belajar banyak ilmu darinya, termasuk bersemedi menunggu tonkat yang ditancapkan oleh Pak Tua disuatu sungai. Maka dari itu ia dikenal dengan nama Sunan Kalijaga yang artinya penjaga kali.
Sunan Kalijaga menyiarkan agamanya dengan berkelana dan keliling dari desa yang satu ke desa lainnya. Didalam berdakwah ia padukan dengan kesenian diantaranya tembang ciptannya adalah Dandhang Gula dan Ilir-ilir.
Peristiwa terpisah jawa dan Bali
Diposkan oleh Gadis Cantik di 14:36 0 komentar
Beberapa peneliti Eropa mengatakan bahwa pulau Jawa dan pulau Bali sebenarnya masih satu daratan. Akibat adanya gunung api meletus, daratan ini terbelah menjadi dua seperti sekarang yg dibatasi dengan Selat Bali. Dalam sejarah Bali juga disebutkan bahwa Jawa dan Bali adalah satu daratan panjang yg disebut pulau Dawa (pulau panjang). Secara ilmiah mungkin argumentasi dari peneliti-peneliti bisa dibenarkan. Tetapi orang Bali memiliki cerita tersendiri tentang pemisahan Pulau Jawa dengan Pulau Bali ini yg dikenal dgn peristiwa SEGARA RUPEK.

Mpu Siddhimantra, putra Mpu Tantular dari kerajaan Daha (Kediri-Jawa Timur), adalah seorang pendeta sakti abad XIV yg memiliki seorang sahabat berwujud naga di Bali. Naga itu bernama Naga Basukih yg berdiam di goa dekat Pura Besakih. Persahabatan antara sang Mpu dengan sang Naga membuat sang Mpu sering mengunjungi sahabatnya itu setiap bulan purnama untuk bercakap-cakap sambil membawakan makanan berupa susu, mentega dan madu. Sebagai gantinya, sang Naga menghadiahi Mpu perhiasan emas, permata dan berlian.
Mpu Siddhimantra mempunyai satu putra bernama Manik Angkeran, yg gemar berjudi. Dia telah banyak menghabiskan harta sang Mpu ayahnya untuk bertaruh. Suatu bulan purnama sang Mpu sakit dan tidak bisa pergi mengunjungi sang Naga sahabatnya. Mengetahui bahwa sang ayah sakit, Manik Angkeran yg sedang memerlukan modal untuk berjudi kemudian mencuri bajra (genta) sang ayah dan pergi ke Bali menemui Naga Basuki, dengan maksud mendapatkan emas, permata dan berlian sebagai hadiah yg biasanya diberikan sang Naga kepada ayahnya. Sesampai di mulut gua, Manik Angkeran membunyikan genta dan sang Naga keluar. Dia menyampaikan bahwa ayahnya Mpu Siddhimantra sedang sakit dan mengutus dirinya untuk membawakan susu, mentega dan madu kehadapan sang Naga.
Sebagai balasan, sang Naga memberikan emas, permata dan berlian kepada Manik Angkeran. Saat sang Naga masuk ke dalam gua, Manik Angkeran terkesima dengan batu permata yg bercahaya pada ekor sang naga. Tanpa basa-basi dipotongnya-lah ekor itu sambil membawa kabur permata nan elok itu. Sial, sebelum sampai di Daha, Sang Naga Basuki menemui jejak kaki Manik Angkeran dan menjilatnya. Kekuatan sakti Naga Basuki mampu membakar Manik Angkeran menjadi abu di Cemara Geseng. Diceritakan kemudian Mpu Siddhimantra mengetahui genta-nya hilang pergi menemui Naga Basuki sambil menanyakan keberadaan putranya Manik Angkeran. Sang Naga menceritakan kejadian tewasnya Manik Angkeran karena telah memotong ekornya.
Akhirnya Mpu Siddhimantra berjanji akan menyatukan kembali ekor Naga Basuki, dan Naga Basuki juga berjanji akan menghidupkan kembali Manik Angkeran. Setelah ekor naga disatukan dan Manik Angkeran hidup kembali, Mpu Siddhimantra memerintahkan anaknya Manik Angkeran untuk berdiam di Bali dan menjadi abdi pura Besakih sebagai pemangku (orang suci). Agar sang anak tidak balik mengikuti ayahnya ke Daha (Jawa Timur), dengan kesaktiannya Mpu Siddimantra menorehkan tongkatnya di Blambangan (Banyuwangi sekarang), sehingga daratan terpisah menjadi dua yang sekarang menjadi Pulau Jawa dan Pulau Bali. Sampai dengan sekarang, para pemangku di pura Besakih wajib memiliki trah keturunan Manik Angkeran. Peristiwa terbelahnya daratan oleh tongkat sakti Mpu Siddhimantra disebut dengan peristiwa Segara Rupek yg memunculkan selat Bali, yg sekarang adalah jalur penyeberangan Jawa-Bali (Ketapang-Gilimanuk).

Sunan Drajat
Nama : Sunan Drajat
Asal : Gresik
Kesaktian : Dapat berkomunikasi dengan ikan dan memberhentikan badai.


Raden Qosim adalah nama aslinya, ia putera dari Sunan Ampel. Ia seseorang yang tekun belajar agama dari sang ayahnya. Semasa dewasa ia diminta oleh ayahnya untuk berdakwah di daerah barat Gresik.

Selama perjalanan menuju ke Gresik perahunya mengalami kehancuran akibat tertabrak oleh batu-batu. Raden Qosim tercebur didalam lautan namun seekor ikan yang cukup besar menghampirinya. Dan terjadikan percakapan dan saling berkomunikasi. Lalu Raden Qosim naik diatas punggung ikan tersebut dan dibawanya kedaratan.

Kehadiran Raden Qosim disambut gembira oleh masyarakat karena ia luwes berdakwah dan ramah dan dalam beberapa bulan saja sudah banyak yang menganut memeluk agama islam.
Ajaran-ajaran Sunan Drajat yang dikenal adalah antara lain Berilah tongkat bagi yang buta, Berilah makan bagi yang kelaparan, Berilah pakaian bagi yang telanjang dan Berilah tempat berteduh kepada yang kehujanan.

Didalam berdakwah ia cukup banyak memberikan nasihat-nasihat kepada masyarakat, dimana nasihat-nasihatnya menjadi pedoman hidup. Dan ia selalu mengingatkan bahwa para orang tua, guru maupun pemimpin haruslah menjadi contoh teladan bagi anak-anaknya.
Sunan Ampel
Diposkan oleh Gadis Cantik di 04:41 0 komentar
Ali Rahmatullah dinamai Raden Rahmat atau disebut juga dengan Sunan Ampel. Ia melakukan penyebaran agama islam pada zaman kerajaan Majaphit. Setelah Mahapatih Gajahmada dan Prabu Hayam Wuruk wafat, kerajaan Majapahit terpecah belah dan sering terjadi peperangan.

Didalam masa penyebaran agama islam Sunan Ampel suka memberikan petuah-petuah ataupun sesuatu yang dapat menyembuhkan penyakit dengan hanya berucapkan dua kalimat sahadat. Sunan Ampel mendirikan beberapa pesantren guna memasyarakatkan ajaran agama islam, yang pada waktu itu dikenal salah satu ajarannya adalah "MOLIMO" yaitu tidak bermain judi, tidak minum minuman keras, tidak mengisap candu ganja, tidak mencuri dan tidak berzinah.

Sunan Ampel yang memberikan gagasan agar didirikan kerajaan Islam pertama di Jawa yaitu Kerajaan Demak yang di rajai oleh Raden Patah. Selain itu Sunan Ampel juga mendirikan Masjid Agung Demak yang tersohor sampai saat ini, dari empat tiang salah satunya dibuat dari serpihan kayu tipis-tipis yang dilapis menjadi tiang yang dinamai Tiang Sunan Ampel.

Didalam Masjid Agung Demak inilah terjadi suatu kemukjijatan yaitu salah satu murid Sunan Ampel yakni Mbah Saleh yang usianya sudah tua yang kerjaannya selalu membersikan Masjid Agung Demak ini wafat, dan semenjak wafatnya keberadaan Masjid tidak sebersih sewaktu Mbah Saleh masih ada. Sunan Ampel pun berkata "Seandaikan Mbah Saleh masih hidup pasti Masjid ini sangat bersih", secara tiba-tiba Mbah Saleh hidup kembali sedang membersihkan Masjid. Dan kisah Mbah Saleh ini ia telah wafat dan hidup kembali sebanyak sembilan kali, ia hidup setelah Sunan Ampel berucap "Seandaikan Mbah Saleh masih hidup pasti Masjid ini sangat bersih". Disamping Masjid terdapat sembilan makam yaitu makam Mbah Saleh.

Sangkuriang 
Nama : Sangkuriang
Asal : Hutan Belantara
Kesaktian : Sakti Mandra Guna, Bapaknya Seekor Anjing


Sangkuriang lahir dari kehidupan para siluman yang berkehidupan bersama dengan manusia, pada waktu itu masa kejayaan Kerajaan Parahyangan dengan seorang raja Prabu Sungging Prabangkara.
Sangkuriang tumbuh di hutan belantara yang dibesarkan oleh Sang Petapa yang sudah tua, ia banyak belajar ilmu-ilmu kesaktian dan sering melakukan pertapaan. Beranjak dewasa Sangkuriang menjadi pemuda yang gagah perkasa, sakti mandraguna dan tampan.

Diawali dari sebuah kisah, ia sedang berkelana dan pada sebuah hutan ia menolong seorang wanita yang sedang terancam jiwanya oleh seekor badak besar yang ganas siap menerjang, dengan gerak cepat Sangkuriang menolong wanita itu dari marabahaya menggunakan kesaktiannya.

Tanpa disadari Sangkuriang terpesona terhadap wanita ini dan ternyata wanita tersebut adalah ibu kandungnya. Sangkuriang ingin meminang wanita itu, akan tetapi wanita tersebut berkeberatan karana Sangkuriang adalah anak kandungnya, supaya tidak terlaksana maka wanita tersebut memberi persyaratan untuk bisa meminangnya yaitu dengan membuat sebuah danau dan perahu besar dalam satu malam saja, akhirnya Sangkuriang menyanggupinya dan gagal.

Perahu yang setengah jadi itu ditendangnya oleh Sangkuriang dan lama kelamaan berubah menjadi gunung merapi yang sekarang disebut gunung Tangkuban Perahu.

Sangkuriang memohon permintaan ampun kepada sang Dewata atas semua perbuatannya ini.

Arya Panangsang
Nama : Arya Panangsang
Asal : Jipang
Kesaktian : Tombak


Pada saat kerjaan Pajang mencapai kejayaan di wilayah pesisir dan wilayah timur dengan masa pemerintahan Sultan Adiwijaya, semua rakyat dan para penguasa tunduk dan nurut kepadanya, hanya ada satu orang yang tidak mau tunduk yaitu Adipati Jipang yang bernama Arya Panangsang.

Sultan Adiwijaya bersikeras untuk menundukan Arya Panangsang, lalu mengumpulkan para penasehat raja-raja berunding untuk menundukan Arya Panangsang. Hasil rundingan diputuskan untuk diumumkan di masyarakat umum "Barang siapa yang dapat mengalahkan Arya Panangsang dari Jipang akan diberikan hadiah dan harta kekayaan". Namun strategi ini gagal dilakukan.

Strategi selanutnya adalah, dengan mengirim pesan kepada Arya Panangsang melalui tukang kebunnya yang diiris kupingnya. Arya Pangsang marah dan memutuskan untuk melawan Sulta Adiwijaya. Karena tidak sabaran maka Arya Panangsang pergi duluan, setibanya di sungai Bengawan ternyata sudah banyak pasukan Sultan Adiwijaya yang sudah lama menantinya. Dengan gigih Arya Panangsang dengan menggunakan tombak saktinya dapat merobohkan banyak pasukan.

Akan tetapi disela perperangan Arya Panangsang mendapatkan luka dibagian perutnya yang sobek sehingga ususnya sampai keluar, oleh Arya Panangsang ususnya di lilitkan di kerisnya dan melanjutkan peperangan tersebut. Betapa gigih dan pemberaninya Arya Panangsang.

Karena peperangan tersebut tidak seimbang karena banyaknya pasukan sedangkan Arya Panangsang hanya seorang diri, luncurlah sebuah tombak menancap di dadanya Arya Panangsang, dan sewaktu Arya Panangsang ingin membalas dengan kerisnya, ia lupa bahwa ususnya ia lilitkan dikeris, akhirnya keris dicabut dan ususnya Arya Panangsang terputus-putus yang mengakibatkan Arya Panangsang tewas.

Jaka Tarub
Nama : Jaka Tarub
Asal : Dusun Tarub
Kesaktian : Hidup berkeluarga dengan bidadari dari kahyangan.


Disuatu desa pedalaman di Indonesia, hidup seorang janda dan seorang anak yang bernama Jaka di dusun Tarub. Semasa kecilnya ia suka bermain dengan kebiasaanya yaitu menyumpit burung. Sampai dewasa pun sumpit nya selalu dibawa-bawa kemanapun.

Pada suatu hati Jaka Tarub sedang berjalan ditengah hutan dan melihat burung-burung dan Jaka Tarub menyumpitnya tapi tidak mengena. Burung-butung itu berterbangan dan dikejar oleh Jaka Tarub. Padahal hutan yang dilaluinya ini adalah hutan yang angker sekali. Dikesibukan mengejar burung, Jaka Tarub mendengar suara beberapa wanita yang sedang mandi di sebuah air terjun kecil. Jaka Tarub mengintai dan mengintip dari balik semak-semak belukar. Dan melihat ada sebuah selendang didekatnya dan diambilnya oleh Jaka Tarub.

Ternyata wanita-wanita yang sedang bermandikan itu adalah kumpulan bidadari yang turun dari kahyangan. Salah satu bidadari menyadai kalau Jaka Tarub mengintip mereka yang sedang mandi, akhirnya semua bidadari disitu panik dan terbang kembali ke kahyangan. Kecuali satu bidadari kebingungan mencari selendangnya yang di ambil oleh Jaka Tarub. Lalu si bidadari dan Jaka Tarub saling menyapa.

Bidadari ikut dengan Jaka Tarub ke desanya, lalu mereka berdua hidup bersama sampai mempunyai 1 anak. Selama hidupnya Jaka Tarub walau kerjanya hanya tidur-tidur saja tapi hasil pangannya melimpah karena keajaiban dari bidadari. Lumbung pada penuh, masakan cepat tersaji banyak.

Pada suatu saat Jaka Tarub tak sengaja melanggar janji yang diberikan oleh bidadarinya yaitu tidak boleh membuka hidangan sebelum matang betul. Akhirnya keajaiban sang bidadari hilang. Dan mereka kembali harus bekerjakeras setiap harinya.

Suatu hari si bidadari menemukan selendangnya yang disimpang oleh Jaka Tarub, akhirnya perpisahan pun terjadi, bidadari kembali pergi kekayangan meninggalkan Jaka Tarub beserta anaknya.
Joko Tingkir
Diposkan oleh Gadis Cantik di 04:21 0 komentar
Joko Tingkir mempelajari ilmu sakti dari Ki Buyut Banyubiru. Ia mempelajari ilmu sakti tersebut karena ingin menebus pengampunan karena ia telah membunuh Dadungawuk sodara dari Sultan Demak.

Ki Buyut Banyubiru memberikan pelajaran-pelajaran ilmu saktinya di Gunung Lawu. Salah satunya adalah dengan merendam diri dalam sungai yang dingin, dengan tujuan dapat mengendalikan hawa nafsu.

Setelah beberapa bulan lamanya Joko Tingkir menimba ilmu, Ki Buyut Banyubiru sudah memperbolehkan agar Joko Tingkir untuk menemui Sultan Demak untuk meminta pengampunan atas yang pernah dilakukannya yaitu membunuh Dadungawuk.

Didalam perjalanannya menuju tempat Sultan Demak, Joko Tingkir banyak menghadapi binatang-binatang buas yang menghadangnya, salah satunya adalah menaklukan raja buaya dan gerombolannya.

Sesampai di desa Sultan Demak, kebetulan di desa tersebut sedang terjadinya banteng buas yang mengamuk dan memporak pondakan seisi desa, pada saat itu juga Joko Tingkir bertemu dengan Sultan Demak untuk meminta pengampunan dengan persyaratan harus dapat melawan banteng buas tersebut, Sultan Demak menyetujuinya. Akhirnya Joko Tingkir berhasil melawan banteng buas itu dengan sebuah pukulan ke kepala banteng, mental dan pecah akhirnya banteng tersebut tersungkur mati.

Prajurit didesa itu terkagum dengan aksinya Joko Tingkir yang telah menghadapi banteng buas dengan tegar dan mengalahkannya.

Sultan Demak mengampuni perbuatan Joko Tingkir tempo hari dan memaafkannya. Kemudian Joko Tingkir diangkat sebagai pempimpin laskar tamtama, dan akhirnya menjadi menantu dari Sultan Demak.

Pitung
Nama : Pitung
Asal : Betawi
Kesaktian : Jago bermain golok dan kebal dengan senjata tajam dan senjata api.


Pitung adalah salah satu pendekar orang asli Indonesia berasal dari daerah betawi yang berasal dari kampung Rawabelong Jakarta Barat. Pitung dididik oleh kedua orang tuanya berharap menjadi orang saleh taat agama. Ayahnya Bang Piun dan Ibunya Mpok Pinah menitipkan si Pitung untuk belajar mengaji dan mempelajari bahasa Arab kepada Haji Naipin.

Setelah dewasa si Pitung melakukan gerakan bersama teman-temannya karena ia tidak tega melihat rakyat-rakyat yang miskin. Untuk itu ia bergerilya untuk merampas dan merampok harta-harta masyarakat yang hasil rampasannya ini dibagikan kepada rakyat miskin yang memerlukannya.

Selain itu Pitung suka membela kebenaran dimana kalau bertemu dengan para perampas demi kepentingannya sendiri maka sama si Pitung akan dilawan dan dari semua lawannya Pitung selalu unggul.

Gerakan Pitung semakin meluar dan akhirnya kompeni Belanda yang saat itu memegang kekuasan di negeri Indonesia melakukan tindakan terhadap si Pitung. Pemimpin polisi Belanda mengerahkan pasukannya untuk menangkap si Pitung, namun berkali-kali serangan tersebut tidak menghasilkan apa-apa. Pitung selalu lolos dan tidak mudah untuk ditangkap oleh pasukan Belanda. Ditambah-tambah si Pitung mempunyai ilmu kebal terhadap senjata tajam dan sejata api.

Kompeni Belanda pun tidak kehilangan akal, pemimpin pasukan Belanda mencari guru si Pitung yaitu Haji Naipin. Disandera dan ditodongkan sejata ke arah Haji Naipin agar memberikan cara melemahkan kesaktian si Pitung, akhirnya Haji Naipin menyerah dan memberitahu kelemahan-kelemahan si Pitung.
Pada suatu saat, Belanda mengetahui keberadaan si Pitung dan langsung menyergap dan menyerang secara tiba-tiba. Pitung mengadakan perlawan, dan akhirnya si Pitung tewas karena kompeni Belanda sudah mengetahui kelemahan si Pitung dari gurunya Haji Naipin.

Joko Tole
Nama : Jaka Tole
Asal : Pulau Madura
Kesaktian : Pandai besi dan tahan api.


Seorang raja beranama Sri Baginda Brawijaya, memerintahkan kepada Empu Keleng untuk dibuatkannya pintu gerbang besi yang besar dan megah. Dan sudah satu tahunan Empu Keleng beserta temannya yang lain sudah mengerjakannya akan tetapi belum rampung juga pintu gerbang besinya.

Tenaga semakin berkurang dan Empu Keleng jatuh sakit dan tidak bisa melanjutkan perkerjaanya menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Sri Baginda Brawijaya. Lalu Empu Keleng mengirim berita kepada anak angkatnya yang bernama Jaka Tole. Ia segera menyusul Empu Keleng di Majapahit.

Didalam perjalanan melewati beberapa desa, Jaka Tole bertemu dengan seseorang berjubah hitam mengenakan ikat kepala. Lalu terjadi dialog antara Jaka Tole dengannya. Jaka Tole menceritakan tujuan ke Majapahit untuk menyelesaikan pekerjaan menyelesaikan pintu gerbang besi yang besar dan megah itu dalam sehari, kalau tidak terkena hukuman. Orang berjubah itu memberikan setengkai bunga dan disuruhnya Jaka Tole memakannya, nanti sesampai di Majapahit, bakarlah tubuhmu Jaka Tole nanti dari pusarmu akan keluar patrian untuk menyambung besi-besi pintu gerbang.

Kemudian Jaka Tole melanjutkan perjalannya ke Majapahit dan akhirnya sampai dan menemuni sang raja sri baginda Brawijaya. Lalu Jaka Tole berkesanggupan untuk membantu ayah angkatnya Empu Keleng dan menyelesaikan tugasnya membaut pintu besar besi yang besar dalam satu malam dan jika tidak selesai akan menerim hukuman.

Lalu Jaka Tole mengumpulan para pekerjanya, dan memberitahukan bahwasannya Jaka Tole mempunya patrian besi yang sangat hebat, yaitu dengan cara dibakarnya tubuh Jaka Tole dibagian pusarnya keluar cairan patrian yang bisa digunakan untuk menyelesaikan perampungan pintu besi. Dan dalam satu malam itu pekerja terselesaikan, pintu besar besi jadi. Raja Brawijaya sangat senang menyaksikan pintu gerbang itu. Kemudian Raja Brawijaya memberikan hadiah yang berupa perhiasan perak dan emas.


Thursday, June 23, 2016

1 komentar:

  1. Assalamualaikum permisi admin hanya sedekar berbagi pengalaman, Awal mula saya mengikuti pesugihan karena usaha saya bangkrut dan saya di lilit hutang hingga mencapai 2Milyar lebih, awalnya saya sempat takut dan bertanya-tanya. Setahu saya yang namanya pesugihan itu pasti akan meminta tumbal seperti nyawa dari salah satu anggota keluarga dan melakukan ritual-ritual tertentu dan hal-hal menakutkan lainnya. Dan sempat bingung ketika membaca di website USTAD UJANG BUSTOMI http://pesugihanjawa69.blogspot.co.id/ apakah iya pesugihan itu memang ada yang tidak memakan tumbal. tapi selama dua hari saya berpikir akhirnya saya bergabung dan menghubungi USTAD UJANG BUSTOMI kata Pak ustad pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan penarikan uang ghoib 3 Milyar dengan tumbal hewan, semua petunjuk saya ikuti dan hanya dua hari. Alhamdulilah akhirnya 3M yang saya minta benar benar ada di tangan saya. Perlahan hutang-hutang saya mulai saya lunasi. Dan yang paling penting bisnis keluarga yang saya warisi tidak jadi koleps. Ternyata pesugihan ustad.ujang bustomi berbeda dengan pesugihan yang saya kenal sebelumnya, dan tidak meminta tumbal keluarga, Jika ada teman-teman disini yang sedang kesulitan masalah ekonomi. Saya menyarankan untuk menghubungi USTAD UJANG BUSTOMI di 085215951837 pasti akan di bantu

    ReplyDelete