Home » » SATRIA PAMBUKANING GAPURA

SATRIA PAMBUKANING GAPURA

            Satria Pambukaning Gapura bukanlah Ratu Adil Herucakra. Dia seorang kesatria yang bertugas membuka jalan atau pintu gapura Nusantara. Saat ini gerbang gapura menuju era Kejayaan Nusantara masih tertutup rapat. Menunggu saatnya tiba ada seseorang yang mampu jumeneng sebagai Satria Pambukaning Gapura. Tentu saja seorang kesatria yang pinilih (pilihan) dan terpilih menerima wahyu keprabon yang akan menjadi panglima dalam melakukan memformat ulang Nusantara. Pada prinsipnya Nusantara butuh seorang kesatria, soal kedudukan menjadi RI-1 atau RI-2 bukanlah masalah. Yang terpenting satu di antaranya adalah seorang kesatria yang mendapatkan wahyu keprabon. Tanpa wahyu keprabon, siapapun hampir mustahil mendapat kesuksesan dalam upaya berbenah di negeri yang sakit parah ini. Dan seorang calon kesatria Sangkulirang berinisial IN dari Borneo bang-bang wetan,  kini mobilitas vertikalnya kian tampak. Walau sudah menerima wahyu keprabon, bukan tidak mungkin wahyu keprabon-nya dijugar alias dicabut kembali oleh “pemegang otoritas”. Oleh sebab itu kesatria tersebut masih harus nggenepi laku atau menggenapi langkahnya agar benar-benar lulus “uji emisi”.
Saat ini ia masih dalam “pertapaannya” untuk menjalani laku tapa ngrame. Ramai atau giat dalam menolong membantu sesama, giat membangun negri, selalu berpihak kepada kebenaran, melindungi yang lemah, dan mengutamakan kepentingan bangsa. Namun semua dilakukan tanpa pamrih (ber-tapa). Beliau masih menjalani masa-masa gemblengan hidup di dalam kawah candradimuka”. Guna meraih kesadaran spiritual tinggi agar supaya dapat lebih memahami apa itu sejatinya hidup dan kehidupan sebagai bekal menata kehidupan Nusantara. Semua berlangsung cepat dan efektif, karena jadwalnya untuk bertugas membuka gerbang gapura sudah semakin dekat.

Meskipun demikian pemangku wahyu keprabon tidak bertugas untuk jumeneng sebagai RI-1. Beliau bertugas mengkoni/hamengku (memangku) bumi Nusantara, dan tetap menjalani laku tapa ngrame selama masa kepemimpinannya. Beliau lebih mengutamakan tugas-tugasnya daripada jabatan prestisius menjadi RI-1. Secara de jure sosok Satria Pambukaning Gapura akan menjabat sebagai RI-2 tetapi secara de facto dan secara spiritual beliaulah orang nomer 1 yang hamengku Nusantara. Untuk itu sosok Satria Pambukaning Gapura perlu partner seseorang yang secara de jure ditugaskan mengisi tahta RI-1. Namun bukan sembarang orang tentunya, karena harus seseorang yang pas dan kompak, dapat  seiring dan sejalan, memiliki visi dan misi yang sepadan untuk menjalankan tugas-tugas dan tanggungjawab dari Satria Pambukaning Gapura. Namun demikian orang yang akan menjadi partner Satria Pambukaning Gapura tidak harus seseorang yang memperoleh wahyu keprabon, karena wahyu keprabon hanya diterima oleh satu orang saja. Artinya wahyu keprabon di Nusantara hanya ada satu, dan tidak dapat digandakan.

Harapan saya semoga sosok Satria Pambukaning Gapura sukses dalam menjalani masa-masa penggemblengan ini. Suatu waktu sudah siap jika selambatnya bulan 3 tahun 2012 harus tampil dalam tugasnya hamengku dan hamemayu Nusantara. Dan semoga beliau selalu disiplin dalam memegang prinsip, disiplin dalam nggenepi laku”. Dan yang paling utama harus selalu setia kepada para leluhur bumiputra serta tidak menghianatinya. Supaya tidak kuwalat dan dijugar wahyu keprabon-nya, jangan sampai menjadi “kacang yang melupakan kulit”.  Menjadi tamu mbagekake sing duwe omah atau malah tamu menjajah tuan rumah. Sebaliknya wahyu keprabon akan tetap berada menyelimuti mahkotanya, selama beliau dinilai mampu hamemayu nusantara, selalu setya budya, dan konsisten dalam upaya njejegake soko guru bangsa.

Lantas kapan Ratu Adil akan giliran bertugas membawa nusantara ke puncak kejayaannya ? Tentu saja belum sekarang ini waktunya ! Nusantara masih harus melewati masa-masa sileme prahu gabus. Terjadinya segala sesuatu yang tak mungkin terjadi. Nusantara pun masih akan melewati saat kebangkrutan ekonomi paling parah sepanjang sejarah bersama bangkrutnya ekonomi dunia, yakni tahun 2012. Sang Ratu Adil masih lama untuk dinanti saat ini. Namun hendaknya kita semua tak perlu pesimis. Adalah tugas kita semua generasi penerus bangsa untuk memulai berbenah diri atas carut-marut negeri ini, bersama-sama, bahu-membahu untuk membuka gerbang nusantara menuju era kejayaannya. Sebentar lagi kita semua akan berada dalam fase baru di mana harapan baru mulai bersemi kembali. Dipimpin sang Satria Pambukaning Gapura menyelamatkan nusantara, dan si kecil calon Ratu Adil secara diam-diam telah berperan besar atas semua itu. Tentu saja bukan saya, karena saya hanya rakyat jelata yang sekedar ingin berpartisipasi membangun bangsa dan menyelamatkan nusantara, seperti halnya yang Anda para pembaca budiman lakukan untuk negeri ini.

Salam sih katresnan                                                                   Sumber: SabdaLangit

Saturday, August 13, 2011

0 komentar:

Post a Comment