Home » » PEMEGANG OTORITAS WAHYU KEPRABON

PEMEGANG OTORITAS WAHYU KEPRABON

Entah dari mana asal-usul, bagaimana mahakarya itu dibuat, dan siapa orang pertama yang memiliki wahyu keprabon itu bukanlah merupakan sesuatu yang urgent untuk dibahas di sini. Yang jelas wahyu keprabon sudah ada sejak ribuan tahun silam di tlatah nusantara ini. Dimiliki secara turun-temurun dan bergilir secara estafet. Namun siapa pemegang selanjutnya bukan sekedar ditentukan oleh faktor keturunan dan hubungan darah semata, lebih dari itu adalah faktor-faktor sebagaimana sudah saya sebutkan pada alinea pertama dan kedua. Orang yang memenuhi syarat disebut sebagai orang pinilih, selanjutnya ia akan terpilih (kesinungan) untuk mendapatkan berkah berupa wahyu keprabon.

Siapa yang bertugas memilih ? Secara sederhana dapat para pembaca yang budiman dapat  menjawab, Tuhan lah yang memilih!”. Namun jawaban kamuflase seperti itu terlalu digeneralisir dan tidak diperlukan di sini. Pertanyaan di atas sepadan dengan pertanyaan, “Siapa yang memilih Anda sebagai ketua kelas?”. Lucu sekali jika jawabannya yang memilih adalah tuhan”.  Jika dijabarkan secara lebih detail dan tepat, adalah “media tuhan” yang memiliki otoritas menentukan siapa orang-orang yang layak menerima wahyu keprabon. Media itu tak lain adalah para karuhun, para pendahulu, leluhur bumiputra bangsa besar ini. Yakni paranata, ratugung binatara yang meraih kamulyan sejati yang telah hidup di dalam wahana kehidupan abadi. Para leluhur yang memiliki otoritas memenej dan mendistribusi wahyu keprabon berlangsung secara estafet. Pada saat ini, pemegang otoritas wahyu keprabon adalah Gusti Ingkang Wicaksana Sri Mangkunegoro ke III atau Pangeran Sapujagad yang sumare di Astana Mangadeg. Itu saja yang saya tahu.

Salam sih katresnan                                                                   Sumber: SabdaLangit

Saturday, August 13, 2011

0 komentar:

Post a Comment