Home » » PARTNER SATRIA PAMBUKANING GAPURA

PARTNER SATRIA PAMBUKANING GAPURA

Bagaimana gambaran seorang partner yang diperlukan oleh Satria Pambukaning Gapura? Tentu saja ia haruslah banyak kelebihan dan yang utama mampu dan mau untuk saling mengisi dan melengkapi dengan parternya yakni Satria Pambukaning Gapura. Untuk memudahkan gambaran kiranya figur Satria Lola Nestapa akan lebih pas berpasangan dengan Satria Pambukaning Gapura. Karena ia terbiasa hidup lola dan nestapa diharapkan mampu mengimbangi spirit tapa ngrame yang dijalani oleh Satria Pambukaning Gapura. Jika dilihat dari stok capres mendatang yang ada pada saat ini, rasanya kita begitu pesimis. Terlalu sulit untuk menentukan siapa yang paling layak menjadi RI-1?! Jika boleh saya membuat anekdot, saya katakan jika Anda bingung menentukan Capres, urutkan dari yang nilainya buruk hingga yang buruk sekali. Pilih saja Capres  yang buruk ! Karena negara tanpa Presiden akan jauh lebih buruk ketimbang dipimpin Capres yang paling buruk.

Menurut hemat saya, adalah seorang mantan jendral berinisial PS yang paling layak BERPASANGAN dengan Satria Pambukaning Gapura alias menjadi RI-1. Nilai minusnya, meski popularitasnya kesohor namun di mata rakyat trackrecordnya tidak begitu menggembirakan terutama dalam hal Hak Asasi Manusia, dan tindak kekerasan politik. Dari sisi kehidupan berkeluarga pun dapat dikatakan kurang sukses. Namun banyak pula nilai plusnya yang tentu tak perlu saya koreksi di sini. Yang paling penting, asalkan PS mau menempuh laku spiritual yang pas dan pener (tepat) sehingga terbuka jalan menuju ke arah sana. Dengan turunnya ijin dan restu dari para leluhur besar bumi putra dan para perintis bangsa di masa lalu. Jika samasekali tidak mempercayai peranan kekuatan supra tersebut, dapat dipastikan tidak akan berhasil membuka jalan menuju RI-1. Ini bukan urusan misteri, dan bukan mutlak urusan tuhan. Melainkan urusan ngelmu kasunyatan, masih dalam kerangka usaha manusia dan semua yang hidup, termasuk yang hidup sudah tanpa raga untuk bertanggungjawab memperbaiki bobroknya negara yang kian akut. Kita semua yang hidup, tak sopan jika menyerahkan semua kepada tuhan. Tuhan bukan kambing hitam, bukan pula obyek penderita. Tuhan tidaklah menentukan diri kita memilih kejatahan. Manusia telah diberi kekuasaan untuk memilih mau menjadi baik atau jahat, memilih mau berusaha atau berpangku tangan menunggu durian runtuh dari langit. Sedikit-sedikit mengucapkan kalimat, hanya Tuhan lah yang mahatahu lebih terasa sebagai menunggu durian runtuh dari langit. Bahkan terasa sebagai bentuk pelarian atas ketidaktahuan, ketidakmampuan, serta kemalasan manusia untuk mencari tahu. Boleh saja kalimat itu kita endapkan dalam benak, namun menjadi takut untuk tahu terhadap segala hal-hal yang masih misteri adalah sikap fatalis yang sangat tidak konstruktif dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

Sebuah plus-minus memang selalu ada dan hal itu wajar saja terjadi pada siapapun tanpa kecuali asal ia masih makhluk bernama manusia. Yang paling penting bagi siapapun adalah mau mengoreksi diri, mau mendengar dan menerima kritikan sepedas apapun, mau menyadari segala kesalahan dan kekurangannya, mau meminta maaf kepada yang pernah dizaliminya.  Dan setelah itu mau dan mampu belajar untuk memperbaiki apa yang salah di masa lalu, untuk selanjutnya benar-benar mengimplementasikan kesadaran barunya dalam tindakan yang konkrit. Sewajarnya menjadi orang yang lebih bijak dan arif di waku-waktu mendatang. Bagi kita semua rakyat, tidak perlu terlalu mengkultuskan siapapun supaya penilaian kita tetap obyektif, pikiran kita tetap tajam, dan mata kita tetap awas. Ojo gumunan lan kagetan!! Juga jangan menjadi pribadi yang reaksioner dan emosional. Jangan menyakiti hati, jangan menciderai, jangan mencelakai orang lain. Sebaliknya kita membutuhkan kematangan mental. Supaya ketenangan dan kebijaksanaan tetap menjadi ujung tombak dalam setiap sikap dan tindakan yang akan kita lakukan. Begitulah keselamatan dan berkah akan selalu menaungi kehidupan kita, para pembaca yang budiman silahkan membuktikan sendiri !!

Rahayu, rahayu, rahayu selalu menaungi para pembaca yang budiman, dan seluruh sedulur Nusantara, titah yang agal maupun yang halus. Semoga anugrah dan berkah selalu berlimpah dalam kehidupan Anda semua dan keluarga.

Salam sih katresnan                                                                   Sumber: SabdaLangit

Saturday, August 13, 2011

0 komentar:

Post a Comment