Home » » GORO-GORO

GORO-GORO

Para pembaca yang budiman, seluruh sedulur nusantara di mana pun berada. Mari kita lebih hati-hati dan waspada dalam hitungan tak sampai 2 bulan ke depan, terutama mulai bulan pitulungan di tahun kawelasan ini. 07-2011. Dalam rangka ayunan “pendulum” mencari titik keseimbangan, maka saat ini nusantara sedang menunju titik nadir. Kini tengah berlangsung suatu fase waktu yang ditandai oleh terjadinya goro-goro atau dahuru, hera-heru, huru-hara, sindung-riwut, kekisruhan akibat gejolak alam makrokosmos dan gejolak mikrokosmos (manusia). Di saat mana kebodohan spiritual, nafsu angkara dan nafsu keserakahan menjadi panglimanya, hingga berujung pada bobroknya politik dan moralitas para pengelola negara. Situasi dan kondisi politik yang kacau-balau membawa dampak buruk terutama di bidang ekonomi. Bahkan tidak menutup kemungkinan dapat menjalar menjadi konflik bersifat horisontal antar sebagian rakyat dengan sebagian yang lainnya. Goro-goro bukan sekedar kekisruhan politik karena di dalamnya ada pengaruh aura misterius berupa kekuatan supra yang begitu sakral dirasakan oleh sebagian orang waskita dan permana.
Namun apapun situasi dan kondisi yang akan terjadi masih ada secercah harapan, di mana goro-goro merupakan bagian dari mekanisme kehidupan menuju ketentraman dan kedamaian di hari esok.

Tulisan ini bukan untuk intimidasi apalagi memprovokasi. Harapan saya agar supaya sebisa mungkin kita semua selamat dan menjadi orang-orang beruntung. Dan tidak menjadi bagian dari orang-orang yang harus terkena seleksi alam tergilas oleh dinamika zaman. Dipungkiri atau tidak kini jarum jam Nusantara sedang menuju pada fase terjadinya goro-goro besar. Bahkan hanya tinggal menghitung hari. Kita semua seyogyanya lebih eling dan lebih waspada memasuki bulan PITULUNGAN (7) di tahun KAWELASAN (2011) ini. Goro-goro merupakan muara atas gejolak alam dan gejolak manusia selama periode kepemimpinan SBY. Dimulai dengan rentetan bencana besar disertai berbagai musibah kecelakaan laut, udara, dan darat terjadi silih berganti tiada henti. Wabah hama misterius dan pagebluk berbagai macam penyakit, mahal dan kurang sandang-pangan, paceklik dan gagal panen karena tetumbuhan sulit hidup dan berbuah. Bersamaan dengan itu muncul berbagai fenomena alam yang penuh keanehan sekaligus menakjubkan serta membawa sejuta tanda tanya di dalam benak manusia. Ada apakah gerangan atas semua ini ?

Setelah “pendulum” berayun ke kiri dan ke kanan membuat rakyat carut-marut, pontang-panting, kisruh, angkara bergemuruh di dada manusia. Kini “pendulum” yang ada di jagad nusantara sedang mencari titik keseimbangannya sendiri. Dalam proses mencari titik equilibrium, tentu saja akan terjadi sistem seleksi alam secara ketat. Dan hukum alam begitu jeli dan tegas bertindak sehingga tidak akan pernah menyisakan secuil pun ketidakadilan.

Orang-orang yang mau berharmoni dengan hukum alam serta mampu menyelaraskan diri dengan hukum keseimbangan alam yang akan masuk seleksi diterima oleh alam semesta. Dengan kata lain diijabah oleh tuhan. Jika ia menjadi penguasa, rakyat dan negaranya akan berkelimpahan berkah dan anugrah. Sebaliknya perilaku dan perbuatan manusia yang selalu bertentangan dengan hukum alam dengan sendirinya akan tergilas oleh roda dinamika zaman. Orang-orang yang tergilas oleh hukum keseimbangan alam dan dinamika zaman akan merasakan implikasi negatif dalam berbagai bentuk, secara langsung maupun tidak langsung. Dapat berupa tertimpa berbagai macam penderitaan lahir, maupun penderitaan batin, hingga terjadinya kematian. Lebih celaka lagi karena ragam penderitaannya bukan dimanfaatkan sebagai sarana instrospeksi dan koreksi diri atas segala kesalahannya selama ini. Sebaliknya ia tetap besar kepala dan tinggi hati dengan menganggapnya sebagai cobaan bagi orang yang beriman karena ia disayang tuhan.

Kita semua tidak perlu buang-buang energi dengan merasa terpancing emosinya  menyaksikan kenyataan obyektif di atas. Sebab konsekuensi hukum alam terutama hukum sebab akibat akan jauh lebih bijaksana melaksanakan “eksekusi” ketimbang ulah manusia berlagak eksekutor yang terpolusi nafsu angkara murka. Sekalipun angkara disembunyikan rapat-rapat di balik “rezim” ketuhanan, tetap saja akan tampak dari ulah, perilaku dan perbuatannya yang mudah dibaca secara kasat mata. Secara garis besar, keselamatan hanya dapat diraih dengan cara eling dan waspada, yang berarti pula seseorang (jagad mikro) musti bertingkah-laku selaras dan harmonis dengan rumus-rumus dan hukum jagad makro. Keselarasan itu diraih apabila hidup kita bermanfaat bagi seluruh makhluk tanpa kecuali. Kebaikan dilakukan dengan ketulusan hati dan tidak pilih kasih hanya berdasarkan soal SARA. Harmoni akan terwujud apabila manusia menyadari bahwa tanggung jawab terbesar hidup di dunia ini adalah untuk saling memberi dan menerima kasih sayang (welas asih) antar seluruh makhluk. Lakukan dan kemudian rasakan serta buktikan efeknya akan sungguh besar bagi kesuksesan, kemuliaan, dan keselamatan hidup Anda semua. Karena hanya dengan cara demikian itu, para pembaca yang budiman akan dapat membangun “pagar gaib” yang teramat kokoh. Tak bisa ditembus oleh kekuatan jahat manapun, tak bisa dicelakai oleh siapapun juga, dan tidak akan tergilas olah hukum keseimbangan alam. Kesuksesan lahir dan batin menjadi milik Anda.

Kita semua adalah wujud mikrokosmos, mau tidak mau harus selalu menyelaraskan diri dan berharmonisasi dengan kodrat alam. Sekalipun hal itu bukanlah pekerjaan yang  mudah dilakukan. Terutama untuk saat ini, di mana justru kian banyak orang dengan latahnya melawan kodrat alam. Yakni cenderung golek benere dewe, golek butuhe dewe dan golek menange dewe. Banyak orang  merasa bangga dengan kebodohannya sendiri  yang tidak mereka sadari. Oleh sebab itu untuk melepaskan diri dari kolonialisme kebodohan, modal utamanya adalah kesadaran spiritual yang memadai agar menjadi manusia dengan kesadaran jati diri dan memiliki bentangan luas kesadaran kosmologis. Menjadi manusia dengan kesadaran kosmologis akan memudahkan terjadinya penyelarasan dan harmonisasi dengan kodrat alam. Sudah merupakan keharusan kodrat alam, menjadi manusia yang mampu menjaga keselarasan dalam berinteraksi dan membangun hubungan harmonis dalam komunikasi dengan alam semesta beserta seluruh penghuninya. Baik terhadap yang tampak maupun yang tak tampak oleh mata wadag.

Para pembaca yang budiman, memasuki fase kritis transisi dan dinamika zaman ini marilah kita sama-sama belajar untuk lebih hati-hati dalam segala ucapan dan tindakan. Sebab dalam masa-masa transisi fisik (lahir) dan transisi metafisik (batin), hukum sebab akibat akan berlangsung lebih cepat, ketat, dan spontan terjadinya. Para pejabat dan politikus nasional tak perlu sesumbar menantang-nantang orang lain untuk potong leher jika sampai SBY lengser di tengah periode kepemimpinannya. Sebab jika peristiwa itu benar-benar terjadi, maka hukum keadilan alam akan menagih janji atas apa yang pernah diucapkannya. Apa mau dikata bila SBY benar-benar lengser di pertengahan 2012?  Jika lehernya tidak ia potong sendiri, maka nasibnya lah yang akan “memotong” kehidupannya. Siapapun tak akan bisa luput dari hukum keadilan alam. Sing sapa nggawe bakal nganggo. Sing sapa nandur bakal ngunduh.  Si pembuat bakal merasakan perbuatannya sendiri. Siapa menanam akan mengetam, maka marilah kita tanam segala sesuatu yang baik dan bermanfaat agar kita mengetam anugrah dan kebaikan pula.

Toh…mau dicegah dengan cara bagaimanapun juga, kurang lebih hanya 11 hari setelah mulai goro-goro, Pak Budiono memilih resign dan kehormatannya pelan-pelan akan pulih jika beliau memilih untuk kembali sebagai kaum akademisi dan berbagi ilmu. Pulang kampus dan menjadi civitas akademika merupakan tempat dan peranan yang tepat di mana beliau dapat mengabdikan hidupnya bagi seluruh makhluk. Dengan pilihan tersebut Pak Budiono akan menemukan kembali kehormatannya sebagai kaum intelektual.

Salam sih katresnan                                                                   Sumber: SabdaLangit

Saturday, August 13, 2011

1 komentar:

  1. Assalamualaikum Salam sejahtera untuk kita semua, Sengaja ingin menulis sedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada teman-teman yang sedang kesulitan masalah keuangan, Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa Tumbal karena usaha saya bangkrut dan saya menanggung hutang sebesar 1.5Milyar saya stres hampir bunuh diri tidak tau harus bagaimana agar bisa melunasi hutang saya, suatu hari saya sedang iseng buka-buka internet dan menemukan website ustad.hakim http://pesugihan-islami88.blogspot.co.id sebenarnya saya ragu-ragu jangan sampai sama dengan yang lainnya tidak ada hasil juga, saya coba konsultasikan dan bertanya meminta petunjuk pesugihan apa yang bagus dan cepat untuk saya, nasehatnya pada saya hanya di suruh YAKIN dan melaksanakan apa yang di sampaikan pak.ustad, Semua petunjuk saya ikuti dan hanya 1 hari Alhamdulilah akhirnya 5Milyar yang saya tunggu-tunggu tidak mengecewakan, yang di janjikan cair keesokan harinya, kini saya sudah melunasi hutang-hutang saya dan saat ini saya sudah memiliki usaha sendiri, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya sering menyarankan untuk menghubungi ustad.hakim bawazier di 085210335409 Toh tidak langsung datang ke jawa timur juga bisa, saya sendiri dulu hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sama baik, jika ingin seperti saya coba hubungi ustad.hakim bawazier agar di berikan arahan

    ReplyDelete